Loha bloggersss ~
Jika dulu waktu kecil, sakit itu udah semacam syurga dunia karena gausah pergi kesekolah, gaperlu ngerjain PR, makanan apapun yang kita mau pasti dikasih sama orang tua, yeah itu doeloeee ..
Di masa sekarang, rasanya maluuu banget kalau sakit, banyak aktivitas yang terbengkalai. Mulai dari kerjaan di rumah, kerjaan di sekolah, dan segudang tugas kampus yang muali numpuk diatas meja belajar!
Cara terbaik untuk segera sembuh dan kembali keaktivitas biasa ya cuman satu, inget orang tua yang gapernah lelah cari uang untuk membiayai kita dalam keadaan apapun, mau lagi sakit ke, lagi sehat apalagi, karna hanya dengan mengingat merekalah saya merasa lebih baik dan dapat segera sembuh dari rasa sakit ini.
Ya Allah, semoga sakit ini menjadi penebus dosa-dosa saya yang begitu banyak .. aminnn
#showmustgoon
Hanya sebuah catatan, semua makhluk hidup pasti punya cerita dalam hidupnya, dan disinilah Saya menceritakan sebagian dari kehidupan Saya. Keep Positive :))
Kamis, 29 Oktober 2015
Sabtu, 20 Juni 2015
Kampung Dukuh
Hello Bandung...
Dua hari satu malam berjuta makna dan cerita, awal bulan juni tepatnya tanggal 1 juni 2015 saya beserta seluruh mahasiswa PGMI UIN Bandung angkatan 2012 menjalankan tugas yang memang sudah sejak lama direncanakan bersama dosen pengampu salah satu matakuliah kami.
Kami berangkat sekitar pukul 6 pagi, jalanan yang berkelok dan bebatuan menuju kampung Adat Dukuh kami lalui bersama, penuh suka duka rasanya saat masih diperjalanan, tapi semua duka terbayar sudah ketika kami telah sampai di kampung Adat Dukuh, udara yang sejuk diperkampungan dan sambutan hangat dari warga kampung Dukuh membuat rasa lelah diperjalan sirna.
Kami sampai sekitar pukul 12 siang, sambil beristirahat dan menunggu pembagian rumah untuk kami bermalam disana kami makan siang bersama, makanannya memang sederhana dan seadanya, tapi rasanya tuh yaaaa udah macam makanan di hotel bintang 10 Ha Ha Ha ..
Selesai makan bersama, kami menuju rumah masing-masing untuk beristirahat dan solat. Saya dan kelompok kebagian menginap dirumah Pak Wawan, setelah rasa lelah hilang dan badan segar mandi pake air Kampung Adat Dukuh yang cukup dingin, kamipun berbincang dengan Pak Wawan, ternyata beliau sendiri belum lama menjadi warga disitu, karena sebelumnya beliau tinggal di Rancaekek, awalnya hanya Pak Wawan saja yang tinggal disitu, namun karna merasa betah dan takingin lagi pulang ke Rancaekek beliaupun memutuskan untuk membawa serta anak dan istrinya untuk tinggal disitu juga.
Waktu berlalu, matahari mulai tenggelam dan suasana Kampung Adat Dukuh yang sebenarnya mulai terasa, yeah gelap tanpa ada penerangan lampu karna disana belum ada listrik dan hanya menggunakan cempor (lampu berbahan bakar minyak tanah). Ada cerita lucu sih pas kita tidur lampunya mati gegara minyaknya abis dan harus di isi lagi, udah semacam hidup di zaman nenek moyang .. hahahahaaaaaaaa
Kegiatan yang kami lakukan disana yaitu mengamati aktifitas warga dan mengabadikan moment-moment penting selama disana, waktu memang terasa cepat berlalu, karena sekita pukul 10 pagi kami harus sudah pulang lagi ke Bandung, kamipun berkumpul kembali dirumah ketua Adat, makan sebelum pulang, berdo'a bersama dan berpamitan.
Sekitar pukul 12 siang, kami sampai di pantai santolo, untuk beristirahat dan melepas penat. Namanya anak muda liat pantai yaudah langsung pada selfie dan bubar barisan .. ixixix
Emang yaaa kalau udah dilaut pasti lupa waktu, apalagi liat hamparan laut yang menggoda untuk berlama-lama disana, yang awalnya disuruh merapat lagi kemobil pukul 1 siang, jadinya jam 2 siang baru lanjut perjalanan pulang.
Selamat tinggal Kampung Adat Dukuh selamat tinggal Pantai Santolo dan selamat datang kembali di Bandung :)
#etnicrunway
Dua hari satu malam berjuta makna dan cerita, awal bulan juni tepatnya tanggal 1 juni 2015 saya beserta seluruh mahasiswa PGMI UIN Bandung angkatan 2012 menjalankan tugas yang memang sudah sejak lama direncanakan bersama dosen pengampu salah satu matakuliah kami.
Kami berangkat sekitar pukul 6 pagi, jalanan yang berkelok dan bebatuan menuju kampung Adat Dukuh kami lalui bersama, penuh suka duka rasanya saat masih diperjalanan, tapi semua duka terbayar sudah ketika kami telah sampai di kampung Adat Dukuh, udara yang sejuk diperkampungan dan sambutan hangat dari warga kampung Dukuh membuat rasa lelah diperjalan sirna.
Kami sampai sekitar pukul 12 siang, sambil beristirahat dan menunggu pembagian rumah untuk kami bermalam disana kami makan siang bersama, makanannya memang sederhana dan seadanya, tapi rasanya tuh yaaaa udah macam makanan di hotel bintang 10 Ha Ha Ha ..
Selesai makan bersama, kami menuju rumah masing-masing untuk beristirahat dan solat. Saya dan kelompok kebagian menginap dirumah Pak Wawan, setelah rasa lelah hilang dan badan segar mandi pake air Kampung Adat Dukuh yang cukup dingin, kamipun berbincang dengan Pak Wawan, ternyata beliau sendiri belum lama menjadi warga disitu, karena sebelumnya beliau tinggal di Rancaekek, awalnya hanya Pak Wawan saja yang tinggal disitu, namun karna merasa betah dan takingin lagi pulang ke Rancaekek beliaupun memutuskan untuk membawa serta anak dan istrinya untuk tinggal disitu juga.
Waktu berlalu, matahari mulai tenggelam dan suasana Kampung Adat Dukuh yang sebenarnya mulai terasa, yeah gelap tanpa ada penerangan lampu karna disana belum ada listrik dan hanya menggunakan cempor (lampu berbahan bakar minyak tanah). Ada cerita lucu sih pas kita tidur lampunya mati gegara minyaknya abis dan harus di isi lagi, udah semacam hidup di zaman nenek moyang .. hahahahaaaaaaaa
Kegiatan yang kami lakukan disana yaitu mengamati aktifitas warga dan mengabadikan moment-moment penting selama disana, waktu memang terasa cepat berlalu, karena sekita pukul 10 pagi kami harus sudah pulang lagi ke Bandung, kamipun berkumpul kembali dirumah ketua Adat, makan sebelum pulang, berdo'a bersama dan berpamitan.
Sekitar pukul 12 siang, kami sampai di pantai santolo, untuk beristirahat dan melepas penat. Namanya anak muda liat pantai yaudah langsung pada selfie dan bubar barisan .. ixixix
Emang yaaa kalau udah dilaut pasti lupa waktu, apalagi liat hamparan laut yang menggoda untuk berlama-lama disana, yang awalnya disuruh merapat lagi kemobil pukul 1 siang, jadinya jam 2 siang baru lanjut perjalanan pulang.
Selamat tinggal Kampung Adat Dukuh selamat tinggal Pantai Santolo dan selamat datang kembali di Bandung :)
#etnicrunway
Minggu, 26 April 2015
SURVEY
Bismillahhh...
Rencananya UAS salah satu matakuliah saya akan melakukan kunjungan kesebuah kampung adat yang ada di Garut Jawa Barat. Kampung Dukuh, mungkin bagi para penggemar sinetron tukang bubur naik haji udah gak aneh denger nama kampungnya, tapi bukan Kp.Dukuh itu yang saya maksud di sini. Kp. Adat Dukuh tepatnya berlokasi di Desa Ciroyom kec.Cikelet Kab.Garut.
Sekitar pukul 7 pagi saya bersama 5 rekan saya berkumpul di depan kampus UIN Bandung, yang tak lain kampus tempat saya menempa ilmu saat ini. kami memulai perjalanan dengan berdo'a bersama terlebih dahulu, dengan 2 perempuan dan 4 laki-laki menggunakan 2 moge dan 1 metik kami memulai perjalanan kami.
Hamparan kebun teh di sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan membuat saya tak henti bersyukur atas keindahan alam yang Allah ciptakan, kami berhenti di Cisewu untuk beristirahat sejenak dan makan siang disana, walau hanya mie cup dan beberapa camilan tapi rasanya bikin perut tertib lagi .. Ha Ha Ha
Yuhuuu .. kami mulai memasuki kawasan pamengpeuk, karna sejujurnya ini merupakan kali pertama bagi kita berenam melakukan perjalalan ke Kp. Dukuh, kamipun sempat berhenti dan bertanya kepada salah seorang warga yang ada di pinggir jalan, ternyata oh ternyata setelah kami bertanya jaraknya masih 25km lagi untuk dapat sampai ke Kp. Dukuh.
Perjalanan dilanjutkan dan ditemani pemandangan pantai dengan air nan biru dan menggoda untuk dikunjungi juga. Kami kembali bertanya untuk yang ke duakalinya, dan di tempat kedua kami bertanya rupanya mulai dekat, sekitar 15km lagi untuk sampai ke tempat tujuan, rasanya udaha bahagia banget bisa liat plang dengan tulisan "Kampung Adat Dukuh 8km"
Saya sempat berfikir akhirnya sampai juga, tapi ternyata 8km jarak yang harus kami tempuh berasa jadi dua kali lipatnya, dengan kondisi jalan yang super dan luar biasa rusak, ditambah tetiba hujan turun membuat jalan menjadi licin, hampir motor salah satu teman saya tergelincir akibat jalan yang sangat licin. Ditengah perjalanan kami sempat berhenti sejenak untuk istirahat dan membuat dokumentasi jalan yang harus kita tempuh untuk bisa sampai ke Kp. Dukuh, dan yang pasti disana hp saya ga guna, ga ada sinyal sama sekali -_-
And finally kita sampai ke penghujung pencarian, sebenernya baru sampe tugunya doang sih, untuk bisa sampi ke Kp. Adat Dukuh kita harus jalan kaki kurang lebih 100m dari tugu selamat datang. Tapi lagi-lagi saya dapat pelajaran baru begitu sampe kesitu, begitu maha besarnya Allah di tengah hutan terdapat kehidupan dan mereka bisa tinggal disitu dengan nyamannya, padahal kalau liat jalannya aja jauh banget buat bisa sampai ke pusat kota, itu Allah dengan segala kuasa-Nya.
Kami langsung disambut oleh ketua adat disana, kami menanyakan beberapa hal yang memang berkaitan dengan adat dan kebiasaan yang ada disana, tidak lama kami mengobrol dikarnakan kami baru sampai kesana pukul 3 sore, dan sekitar pukul 4 kurang kami sudah harus turun lagi untuk pulang. Jam 4 di Kp. Adat Dukuh udah berasa magrib, saoalnya gelap banget dan disana gak ada listrik. So kami pamit dan bersiap untuk pulang, sekitar pukul 5 sore kami sampai ke plang pertama, dikarnakan cuaca disini cerah dan tidak segelap saat kami masih di Kp. Adat Dukuh, kamipun memutuskan untuk mampir sebentar ke pantai Santolo sekalian makan dan nikmatin matahari terbenam disana.
Kayanya ga afdol kalau gak foto-foto dan main air sama pasir pantai, selesai makan, kami langsung menuju pantai jepret-jepret tulis nama orang special di pasir, nyari kerang dan liat ikan-ikan kecil yang unik. Rasa lelah terbayar sudah dengan ending yang seru di pantai...
tetottt, dipercepat aja yaaa .. kami sampe lagi depan kampus pukul 10 malam dan kamipun saling berpamitan untuk pulang, rupanya dihalte udah ada dia yang nunggu dan rela jemput malem-malem gini.
Alhamdulillahhh... :)
Rencananya UAS salah satu matakuliah saya akan melakukan kunjungan kesebuah kampung adat yang ada di Garut Jawa Barat. Kampung Dukuh, mungkin bagi para penggemar sinetron tukang bubur naik haji udah gak aneh denger nama kampungnya, tapi bukan Kp.Dukuh itu yang saya maksud di sini. Kp. Adat Dukuh tepatnya berlokasi di Desa Ciroyom kec.Cikelet Kab.Garut.
Sekitar pukul 7 pagi saya bersama 5 rekan saya berkumpul di depan kampus UIN Bandung, yang tak lain kampus tempat saya menempa ilmu saat ini. kami memulai perjalanan dengan berdo'a bersama terlebih dahulu, dengan 2 perempuan dan 4 laki-laki menggunakan 2 moge dan 1 metik kami memulai perjalanan kami.
Hamparan kebun teh di sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan membuat saya tak henti bersyukur atas keindahan alam yang Allah ciptakan, kami berhenti di Cisewu untuk beristirahat sejenak dan makan siang disana, walau hanya mie cup dan beberapa camilan tapi rasanya bikin perut tertib lagi .. Ha Ha Ha
Yuhuuu .. kami mulai memasuki kawasan pamengpeuk, karna sejujurnya ini merupakan kali pertama bagi kita berenam melakukan perjalalan ke Kp. Dukuh, kamipun sempat berhenti dan bertanya kepada salah seorang warga yang ada di pinggir jalan, ternyata oh ternyata setelah kami bertanya jaraknya masih 25km lagi untuk dapat sampai ke Kp. Dukuh.
Perjalanan dilanjutkan dan ditemani pemandangan pantai dengan air nan biru dan menggoda untuk dikunjungi juga. Kami kembali bertanya untuk yang ke duakalinya, dan di tempat kedua kami bertanya rupanya mulai dekat, sekitar 15km lagi untuk sampai ke tempat tujuan, rasanya udaha bahagia banget bisa liat plang dengan tulisan "Kampung Adat Dukuh 8km"
Saya sempat berfikir akhirnya sampai juga, tapi ternyata 8km jarak yang harus kami tempuh berasa jadi dua kali lipatnya, dengan kondisi jalan yang super dan luar biasa rusak, ditambah tetiba hujan turun membuat jalan menjadi licin, hampir motor salah satu teman saya tergelincir akibat jalan yang sangat licin. Ditengah perjalanan kami sempat berhenti sejenak untuk istirahat dan membuat dokumentasi jalan yang harus kita tempuh untuk bisa sampai ke Kp. Dukuh, dan yang pasti disana hp saya ga guna, ga ada sinyal sama sekali -_-
And finally kita sampai ke penghujung pencarian, sebenernya baru sampe tugunya doang sih, untuk bisa sampi ke Kp. Adat Dukuh kita harus jalan kaki kurang lebih 100m dari tugu selamat datang. Tapi lagi-lagi saya dapat pelajaran baru begitu sampe kesitu, begitu maha besarnya Allah di tengah hutan terdapat kehidupan dan mereka bisa tinggal disitu dengan nyamannya, padahal kalau liat jalannya aja jauh banget buat bisa sampai ke pusat kota, itu Allah dengan segala kuasa-Nya.
Kami langsung disambut oleh ketua adat disana, kami menanyakan beberapa hal yang memang berkaitan dengan adat dan kebiasaan yang ada disana, tidak lama kami mengobrol dikarnakan kami baru sampai kesana pukul 3 sore, dan sekitar pukul 4 kurang kami sudah harus turun lagi untuk pulang. Jam 4 di Kp. Adat Dukuh udah berasa magrib, saoalnya gelap banget dan disana gak ada listrik. So kami pamit dan bersiap untuk pulang, sekitar pukul 5 sore kami sampai ke plang pertama, dikarnakan cuaca disini cerah dan tidak segelap saat kami masih di Kp. Adat Dukuh, kamipun memutuskan untuk mampir sebentar ke pantai Santolo sekalian makan dan nikmatin matahari terbenam disana.
Kayanya ga afdol kalau gak foto-foto dan main air sama pasir pantai, selesai makan, kami langsung menuju pantai jepret-jepret tulis nama orang special di pasir, nyari kerang dan liat ikan-ikan kecil yang unik. Rasa lelah terbayar sudah dengan ending yang seru di pantai...
tetottt, dipercepat aja yaaa .. kami sampe lagi depan kampus pukul 10 malam dan kamipun saling berpamitan untuk pulang, rupanya dihalte udah ada dia yang nunggu dan rela jemput malem-malem gini.
Alhamdulillahhh... :)
Jumat, 13 Maret 2015
Kunjungan di 2015
Jadi guru paling muda tuh yaaa .. "ulala" kalau kata mba Syahrini =))
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah, semenjak ngajar di TK selalu ada aja rezki yang tak terduga. Seharian ini saya dapat berbagai pengalaman baru, mulai dari naik kereta api sampe naik mobil pemadam kebakaran, dan yang paling bikin happy bisa berkunjung ke Masjid Al-Irsyad, yang tak lain di desain oleh bapak walkot nan kece bapak Ridwan Kamil.
Yang lucu tuh ya, karena hanya saya yang belum menikah akhirnya dijodoh jodohin sama para guru yang lain pas berkunjung ke pemadam kebakaran, di keceng para kakak pemadam kebakaran yang berbadan tinggi, masih muda-muda, dan ganteng-ganteng .. jhahaha
Para orang tua murid yang super perhatian sama saya, sejujurnya saya cuman bawa minum dan camilan favorit dan gabawa makanan berat, tapi pas lunch makanan luar biasa melimpah .. nasi, lauk pauk, buah buahan serba gretongan dikasih sama para ortu murid. Mungkin karna saya masih muda dan berbadan mungil jadi mereka ngerasa ke anaknya sendiri, serba ditawarin sama saya.
Hanya rasa syukur yang bisa saya panjatkan, semoga kebaikan yang mereka berikan kepada saya dapat dibalas dengan yang lebih baik lagi oleh Allah SWT. Aminnn Allahumma Aminnn :)
#niceday
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah, semenjak ngajar di TK selalu ada aja rezki yang tak terduga. Seharian ini saya dapat berbagai pengalaman baru, mulai dari naik kereta api sampe naik mobil pemadam kebakaran, dan yang paling bikin happy bisa berkunjung ke Masjid Al-Irsyad, yang tak lain di desain oleh bapak walkot nan kece bapak Ridwan Kamil.
Yang lucu tuh ya, karena hanya saya yang belum menikah akhirnya dijodoh jodohin sama para guru yang lain pas berkunjung ke pemadam kebakaran, di keceng para kakak pemadam kebakaran yang berbadan tinggi, masih muda-muda, dan ganteng-ganteng .. jhahaha
Para orang tua murid yang super perhatian sama saya, sejujurnya saya cuman bawa minum dan camilan favorit dan gabawa makanan berat, tapi pas lunch makanan luar biasa melimpah .. nasi, lauk pauk, buah buahan serba gretongan dikasih sama para ortu murid. Mungkin karna saya masih muda dan berbadan mungil jadi mereka ngerasa ke anaknya sendiri, serba ditawarin sama saya.
Hanya rasa syukur yang bisa saya panjatkan, semoga kebaikan yang mereka berikan kepada saya dapat dibalas dengan yang lebih baik lagi oleh Allah SWT. Aminnn Allahumma Aminnn :)
#niceday
Rabu, 18 Februari 2015
Sorak Rio Rio
Sampailah pada hari dimana olimpiade TKQ sekota Bandung dimulai..
Beginilah kalau jadi yang paling kecil.
H-3 saya mengantar Bu Ayi salah satu guru senior di TK tempat saya mengajar, kami mencari sepatu untuk dipakai ke acara olimpiade guru TKQ, ceritanya biar samaan gitu sepatunya.. pas sampe toko sepatu kami melihat-lihat beberapa sepatu yang sekiranya bisa dibeli, soalnya cari yang muat di kaki Bu Ayi. Pilihanpun jatuh pada sepatu hitam dengan corak berwarna ungu, dan udah paling malu pas ditanya "Bu Maya nomor berapa ukuran sepatunya?" sambil senyum dengan pipi memerah saya jawab "nomor 36 Bu" kamipun membeli 5 pasang sepatu dengan nomor yang berbeda untuk guru-guru yang lain.
Sepulang membeli sepatu, kami mampir dulu kerumah salah satu guru untuk memberikan sepatu miliknya sekalian suruh dicoba kalau-kalau gamuat masih ada waktu buat dituker lagi, pas buka-buka kardus sepatu ternyata punya saya dibuka juga, celetukannya itulohhh.. Bu Neni "naha aya sapatu budak leutikan nusaha?" Bu Ayi "itumah punya Bu Maya" seketika pada ngakak deh ibu-ibu. Urusan sepatupun sudah rebesss.
H-1 sepulang mengajar, saya meminjam baju olah raga punya salah satu guru senior juga, maklum masih guru baru jadi belum punya seragam, hihihi
Alhasil begitu sampe rumah saya coba tuh bajunya, keliatan di cermin udah macam orang-orangan sawah karna bajunya super longgar.
And finally hari H, pagi-pagi udah semangat banget siap-siap walau dengan baju yang longgar dan perlu pake peniti, baru selesai persiapan ada bbm masuk dari bu Hj katanya latihan dulu dirumah Bu Neni buat melancarkan dan biar ga grogi pas tampil. Sayapun bergegas kerumah Bu Neni, begitu Saya tiba kami langsung memulai latihan, alhamdulillah dilatihan terkahir semuanya kompak dan ga ada yang salah gerakannya.
Sekitar pukul 8 lewat 15 menit kami berangkat ke kemenag, karna acaranya memang dilangsungkan disana.
Beberapa rangkaian acarapun dimulai, mulai dari pembukaan hingga pembagian tempat untuk beberapa kategori yang di olimpiadekan, kami kebagian senam sorak rio rio, begitu sampai dilantai dua aula kemenag tetiba gemeteran dan gakaruan rasanya, padahal awalnya biasa aja, mungkin terbawa suasana jadinya ya dag dig dug ser gitu.. ahaha
"Nomor 17 silahkan siap-siap", berasa cepet banget udah dipanggil lagi, bismillah dan alhamdulillah lancar, walau oprator dan panitianya bikin badmood pas mau tampil setidaknya kita sudah memberikan yang terbaik.
Sayangnya keberuntungan belum berpihak kepada kami, mungkin dalam olimpiade berikutnya kami bisa memberikan yang lebih baik lagi dari sekarang, dalam sebuah ajang apapun kalah atau menang sudah biasa, yang terpenting sudah ikut berpartisipasi, karna juara sesungguhnya adalah orang yang bisa menerima kekalahannya dengan lapangdada. Keep spirittt :D
#sorakriorio
Beginilah kalau jadi yang paling kecil.
H-3 saya mengantar Bu Ayi salah satu guru senior di TK tempat saya mengajar, kami mencari sepatu untuk dipakai ke acara olimpiade guru TKQ, ceritanya biar samaan gitu sepatunya.. pas sampe toko sepatu kami melihat-lihat beberapa sepatu yang sekiranya bisa dibeli, soalnya cari yang muat di kaki Bu Ayi. Pilihanpun jatuh pada sepatu hitam dengan corak berwarna ungu, dan udah paling malu pas ditanya "Bu Maya nomor berapa ukuran sepatunya?" sambil senyum dengan pipi memerah saya jawab "nomor 36 Bu" kamipun membeli 5 pasang sepatu dengan nomor yang berbeda untuk guru-guru yang lain.
Sepulang membeli sepatu, kami mampir dulu kerumah salah satu guru untuk memberikan sepatu miliknya sekalian suruh dicoba kalau-kalau gamuat masih ada waktu buat dituker lagi, pas buka-buka kardus sepatu ternyata punya saya dibuka juga, celetukannya itulohhh.. Bu Neni "naha aya sapatu budak leutikan nusaha?" Bu Ayi "itumah punya Bu Maya" seketika pada ngakak deh ibu-ibu. Urusan sepatupun sudah rebesss.
H-1 sepulang mengajar, saya meminjam baju olah raga punya salah satu guru senior juga, maklum masih guru baru jadi belum punya seragam, hihihi
Alhasil begitu sampe rumah saya coba tuh bajunya, keliatan di cermin udah macam orang-orangan sawah karna bajunya super longgar.
And finally hari H, pagi-pagi udah semangat banget siap-siap walau dengan baju yang longgar dan perlu pake peniti, baru selesai persiapan ada bbm masuk dari bu Hj katanya latihan dulu dirumah Bu Neni buat melancarkan dan biar ga grogi pas tampil. Sayapun bergegas kerumah Bu Neni, begitu Saya tiba kami langsung memulai latihan, alhamdulillah dilatihan terkahir semuanya kompak dan ga ada yang salah gerakannya.
Sekitar pukul 8 lewat 15 menit kami berangkat ke kemenag, karna acaranya memang dilangsungkan disana.
Beberapa rangkaian acarapun dimulai, mulai dari pembukaan hingga pembagian tempat untuk beberapa kategori yang di olimpiadekan, kami kebagian senam sorak rio rio, begitu sampai dilantai dua aula kemenag tetiba gemeteran dan gakaruan rasanya, padahal awalnya biasa aja, mungkin terbawa suasana jadinya ya dag dig dug ser gitu.. ahaha
"Nomor 17 silahkan siap-siap", berasa cepet banget udah dipanggil lagi, bismillah dan alhamdulillah lancar, walau oprator dan panitianya bikin badmood pas mau tampil setidaknya kita sudah memberikan yang terbaik.
Sayangnya keberuntungan belum berpihak kepada kami, mungkin dalam olimpiade berikutnya kami bisa memberikan yang lebih baik lagi dari sekarang, dalam sebuah ajang apapun kalah atau menang sudah biasa, yang terpenting sudah ikut berpartisipasi, karna juara sesungguhnya adalah orang yang bisa menerima kekalahannya dengan lapangdada. Keep spirittt :D
#sorakriorio
Jumat, 30 Januari 2015
Januari
Hanya rasa syukur yang dapat Saya panjatkan ..
9 januari 2015 Saya genap berusia 21 tahun, banyak sekali hal-hal yang ingin Saya capai di usia Saya sekarang ini :) semoga Allah memberi Saya kekuatan, kemudahan, dan kelancaran untuk dapat mencapainya, aminnn...
Terimakasih untuk semua do'a dan ucapannya, terimakasih untuk bapak dan mamah yang begitu luar biasa mendampingi Saya hingga Saya dapat seperti saat ini, terimakasih untuk semua sahabat dan teman-teman yang begitu baik kepada Saya, selain itu terimakasih juga Mr.S yang selalu setia berada disamping Saya baik dalam keadaan suka maupun duka.
Semoga umur yang sekarang menjadi umur yang dapat membawa berkah bagi kehidupan Saya, dan semoga dapat membawa manfaat bagi orang-orang yang berada disekitar Saya. Aminnn allahuma aminnn..
#21stMaya
9 januari 2015 Saya genap berusia 21 tahun, banyak sekali hal-hal yang ingin Saya capai di usia Saya sekarang ini :) semoga Allah memberi Saya kekuatan, kemudahan, dan kelancaran untuk dapat mencapainya, aminnn...
Terimakasih untuk semua do'a dan ucapannya, terimakasih untuk bapak dan mamah yang begitu luar biasa mendampingi Saya hingga Saya dapat seperti saat ini, terimakasih untuk semua sahabat dan teman-teman yang begitu baik kepada Saya, selain itu terimakasih juga Mr.S yang selalu setia berada disamping Saya baik dalam keadaan suka maupun duka.
Semoga umur yang sekarang menjadi umur yang dapat membawa berkah bagi kehidupan Saya, dan semoga dapat membawa manfaat bagi orang-orang yang berada disekitar Saya. Aminnn allahuma aminnn..
#21stMaya
Kamis, 08 Januari 2015
LOVE's???
Awalnya biasa saja dan tidak ada yang special, kami sering
bertemu tapi jarang bertegur sapa, hingga pada suatu hari terjadi hal yang
membuat kami menjadi dekat.
Dia bercerita tentang permsalahan yang dia alami, berbagi
kisah dan lain sebagainya. Karena sering bertemu dan berdialog bersama, rasa
tertarikpun mulai muncul dinatara kami.
Entah bagaimana perasaan yang timbul itu semakin hari
semakin kuat. Adakala timbul rasa cemburu disaat dia dengan yang lain, adakala
timbul rasa rindu di saat dia jauh, terkadang juga timbul rasa ingin memiliki
dia seutuhnya.
Apakah ini yang disebut “cinta”?
#juststory
Minggu, 04 Januari 2015
Puncak Manglayang
Welcome 2015...
Mengawali minggu pertama di 2015, saya yang masih bersama
adik dan kakak saya beserta tiga orang rekan kakak saya melakukan pendakian ke
puncak manglayang. Memang sepulang dari puncak curug cilengkrang kakak saya
sudah merencanakan untuk pergi ke puncak mt manglayang, awalnya saya sendiri
tidak akan ikut pendakian kesana mengingat cuaca yang sedang tak menentu dan
susah di prediksi, namun seperti biasa acara dadakanpun terlaksana, saya
memutuskan untuk ikut kesana, yang lain sih sudah pada siap tinggal berangkat
sedangkan saya mendadak ikut, mendadak ganti baju dulu, dan mendadak menyiapkan
keperluan yang akan saya bawa.
Untungnya kakak saya dan rekan-rekannya sabar menunggu saya,
bawa ransel yang isinya cuman air minum sama hp doanggg...hahaha (dasar pendaki
amatiran eaaa!)
Ini merupakan pendakian pertama bagi saya dan adik saya,
kalau kakak dan rekan-rekannya udah lebih dari tiga kali katanya pergi
kepuncak. Kakak saya sempat underestimate gitu, takutnya saya dan adik saya
gakuat sampe puncak, karna perjalanan menuju puncak mt manglayang tiga kali
lipat dari perjalanan puncak curug cilengkrang.
Dalam perjalanan menuju puncak banyak sekali pemandangan
yang luar biasa indah, sebelum sampai ketujuan utama, kami mampir dulu ke batu
keraton dan batu tumpeng. Subhanallahhh...ciptaan Allah memang tiada
tandingannya, memanjakan mata dan menikmati pemandangan yang indah secara
gratis, Allah itu memang udah baik banget sama umatnya yaaa J
Setelah kami mengambil beberapa foto dan beristiarat,kamipun
melanjutkan perjalanan, namun sungguh sangat disayangkan, ada saja manusia
jahil yang membuang sampah sembarangan, ada banyak sekali botol air mineral
yang berserakan, pembukus makanan ringan, kresek-kresek bekas dan juga sepatu
rusak yang dibuang sembarangan. Aturan
sih ya kalau mau naik gunung atau berkemah kelestarian lingkungannya juga
diperhatikan juga dong yaaa, apalagi di kaki mt manglayang banyak rumah
penduduk, harusnya hal-hal seperti itu juga diperhatikan jangan Cuma
ikut-ikutan trend jadi pendaki gunung tapi tidak memahami cara menjaga
keindahan gunung tersebut. Maaf ya kalau yang baca tulisan saya ada yang pernah
mendaki mt manglayang juga, jangan tersinggung kalau memang tidak melakukan
kejahilan seperti yang saya ceritakan..saling mengingatkan dalam kebaikan kan
tidak ada salahnya :D
Tiba-tiba sebelum kami sampai kepuncak langit mendung dan
mulai berkabut, tapi tetap saja tidak menurutkan niat kami untuk sampai
ketujuan utama. Kami terus berjalan melawati jalanan yang super licin, candaan
selama perjalanan membuat perjalanan terasa begitu cepat hingga tak lama
kemudian kamipun sampai ditujuan utama kami.
Yuhuuu...puncak manglayanggg, sayangnya tak lama kami sampai
di puncak hujanpun turun diselimuti kabut tebal, karna kebetulan ada terpal yang
sudah terpasang dibawah pohon yang ada dipuncak, kamipun memutuskan untuk
berteduh disana, terpalnya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk enam orang
walau harus berhimpitan. Sambil menunggu hujan reda, kakak saya dan
rekan-rekannya membuka bekal makanan mereka, walau saya gabawa bekal makanan
tapi ya alhamdulillah kakak saya bawa bekal lebih, jadinya saya bisa ikut makan
bersama mereka.
Setelah selesai makan, kami merapihkan kembali bekas makanan
yang kami bawa. Hujan mulai reda dan saatnya beraksi dengan kamera
masing-masing, bestmoment di 2015 ya ini, bisa mendaki sampe ke puncak mt
manglayang dan yang pasti resolusi di usia 20 terlaksana sudah.
#hiking
Langganan:
Komentar (Atom)