Welcome 2015...
Mengawali minggu pertama di 2015, saya yang masih bersama
adik dan kakak saya beserta tiga orang rekan kakak saya melakukan pendakian ke
puncak manglayang. Memang sepulang dari puncak curug cilengkrang kakak saya
sudah merencanakan untuk pergi ke puncak mt manglayang, awalnya saya sendiri
tidak akan ikut pendakian kesana mengingat cuaca yang sedang tak menentu dan
susah di prediksi, namun seperti biasa acara dadakanpun terlaksana, saya
memutuskan untuk ikut kesana, yang lain sih sudah pada siap tinggal berangkat
sedangkan saya mendadak ikut, mendadak ganti baju dulu, dan mendadak menyiapkan
keperluan yang akan saya bawa.
Untungnya kakak saya dan rekan-rekannya sabar menunggu saya,
bawa ransel yang isinya cuman air minum sama hp doanggg...hahaha (dasar pendaki
amatiran eaaa!)
Ini merupakan pendakian pertama bagi saya dan adik saya,
kalau kakak dan rekan-rekannya udah lebih dari tiga kali katanya pergi
kepuncak. Kakak saya sempat underestimate gitu, takutnya saya dan adik saya
gakuat sampe puncak, karna perjalanan menuju puncak mt manglayang tiga kali
lipat dari perjalanan puncak curug cilengkrang.
Dalam perjalanan menuju puncak banyak sekali pemandangan
yang luar biasa indah, sebelum sampai ketujuan utama, kami mampir dulu ke batu
keraton dan batu tumpeng. Subhanallahhh...ciptaan Allah memang tiada
tandingannya, memanjakan mata dan menikmati pemandangan yang indah secara
gratis, Allah itu memang udah baik banget sama umatnya yaaa J
Setelah kami mengambil beberapa foto dan beristiarat,kamipun
melanjutkan perjalanan, namun sungguh sangat disayangkan, ada saja manusia
jahil yang membuang sampah sembarangan, ada banyak sekali botol air mineral
yang berserakan, pembukus makanan ringan, kresek-kresek bekas dan juga sepatu
rusak yang dibuang sembarangan. Aturan
sih ya kalau mau naik gunung atau berkemah kelestarian lingkungannya juga
diperhatikan juga dong yaaa, apalagi di kaki mt manglayang banyak rumah
penduduk, harusnya hal-hal seperti itu juga diperhatikan jangan Cuma
ikut-ikutan trend jadi pendaki gunung tapi tidak memahami cara menjaga
keindahan gunung tersebut. Maaf ya kalau yang baca tulisan saya ada yang pernah
mendaki mt manglayang juga, jangan tersinggung kalau memang tidak melakukan
kejahilan seperti yang saya ceritakan..saling mengingatkan dalam kebaikan kan
tidak ada salahnya :D
Tiba-tiba sebelum kami sampai kepuncak langit mendung dan
mulai berkabut, tapi tetap saja tidak menurutkan niat kami untuk sampai
ketujuan utama. Kami terus berjalan melawati jalanan yang super licin, candaan
selama perjalanan membuat perjalanan terasa begitu cepat hingga tak lama
kemudian kamipun sampai ditujuan utama kami.
Yuhuuu...puncak manglayanggg, sayangnya tak lama kami sampai
di puncak hujanpun turun diselimuti kabut tebal, karna kebetulan ada terpal yang
sudah terpasang dibawah pohon yang ada dipuncak, kamipun memutuskan untuk
berteduh disana, terpalnya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk enam orang
walau harus berhimpitan. Sambil menunggu hujan reda, kakak saya dan
rekan-rekannya membuka bekal makanan mereka, walau saya gabawa bekal makanan
tapi ya alhamdulillah kakak saya bawa bekal lebih, jadinya saya bisa ikut makan
bersama mereka.
Setelah selesai makan, kami merapihkan kembali bekas makanan
yang kami bawa. Hujan mulai reda dan saatnya beraksi dengan kamera
masing-masing, bestmoment di 2015 ya ini, bisa mendaki sampe ke puncak mt
manglayang dan yang pasti resolusi di usia 20 terlaksana sudah.
#hiking
Tidak ada komentar:
Posting Komentar