Minggu, 26 April 2015

SURVEY

Bismillahhh...

Rencananya UAS salah satu matakuliah saya akan melakukan kunjungan kesebuah kampung adat yang ada di Garut Jawa Barat. Kampung Dukuh, mungkin bagi para penggemar sinetron tukang bubur naik haji udah gak aneh denger nama kampungnya, tapi bukan Kp.Dukuh itu yang saya maksud di sini. Kp. Adat Dukuh tepatnya berlokasi di Desa Ciroyom kec.Cikelet Kab.Garut.

Sekitar pukul 7 pagi saya bersama 5 rekan saya berkumpul di depan kampus UIN Bandung, yang tak lain kampus tempat saya menempa ilmu saat ini. kami memulai perjalanan dengan berdo'a bersama terlebih dahulu, dengan 2 perempuan dan 4 laki-laki menggunakan 2 moge dan 1 metik kami memulai perjalanan kami.

Hamparan kebun teh di sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan membuat saya tak henti bersyukur atas keindahan alam yang Allah ciptakan, kami berhenti di Cisewu untuk beristirahat sejenak dan makan siang disana, walau hanya mie cup dan beberapa camilan tapi rasanya bikin perut tertib lagi .. Ha Ha Ha

Yuhuuu .. kami mulai memasuki kawasan pamengpeuk, karna sejujurnya ini merupakan kali pertama bagi kita berenam melakukan perjalalan ke Kp. Dukuh, kamipun sempat berhenti dan bertanya kepada salah seorang warga yang ada di pinggir jalan, ternyata oh ternyata setelah kami bertanya jaraknya masih 25km lagi untuk dapat sampai ke Kp. Dukuh.

Perjalanan dilanjutkan dan ditemani pemandangan pantai dengan air nan biru dan menggoda untuk dikunjungi juga. Kami kembali bertanya untuk yang ke duakalinya, dan di tempat kedua kami bertanya rupanya mulai dekat, sekitar 15km lagi untuk sampai ke tempat tujuan, rasanya udaha bahagia banget bisa liat plang dengan tulisan "Kampung Adat Dukuh 8km"

Saya sempat berfikir akhirnya sampai juga, tapi ternyata 8km jarak yang harus kami tempuh berasa jadi dua kali lipatnya, dengan kondisi jalan yang super dan luar biasa rusak, ditambah tetiba hujan turun membuat jalan menjadi licin, hampir motor salah satu teman saya tergelincir akibat jalan yang sangat licin. Ditengah perjalanan kami sempat berhenti sejenak untuk istirahat dan membuat dokumentasi jalan yang harus kita tempuh untuk bisa sampai ke Kp. Dukuh, dan yang pasti disana hp saya ga guna, ga ada sinyal sama sekali -_-

And finally kita sampai ke penghujung pencarian, sebenernya baru sampe tugunya doang sih, untuk bisa sampi ke Kp. Adat Dukuh kita harus jalan kaki kurang lebih 100m dari tugu selamat datang. Tapi lagi-lagi saya dapat pelajaran baru begitu sampe kesitu, begitu maha besarnya Allah di tengah hutan terdapat kehidupan dan mereka bisa tinggal disitu dengan nyamannya, padahal kalau liat jalannya aja jauh banget buat bisa sampai ke pusat kota, itu Allah dengan segala kuasa-Nya.

Kami langsung disambut oleh ketua adat disana, kami menanyakan beberapa hal yang memang berkaitan dengan adat dan kebiasaan yang ada disana, tidak lama kami mengobrol dikarnakan kami baru sampai kesana pukul 3 sore, dan sekitar pukul 4 kurang kami sudah harus turun lagi untuk pulang. Jam 4 di Kp. Adat Dukuh udah berasa magrib, saoalnya gelap banget dan disana gak ada listrik. So kami pamit dan bersiap untuk pulang, sekitar pukul 5 sore kami sampai ke plang pertama, dikarnakan cuaca disini cerah dan tidak segelap saat kami masih di Kp. Adat Dukuh, kamipun memutuskan untuk mampir sebentar ke pantai Santolo sekalian makan dan nikmatin matahari terbenam disana.

Kayanya ga afdol kalau gak foto-foto dan main air sama pasir pantai, selesai makan, kami langsung menuju pantai jepret-jepret tulis nama orang special di pasir, nyari kerang dan liat ikan-ikan kecil yang unik. Rasa lelah terbayar sudah dengan ending yang seru di pantai...

tetottt, dipercepat aja yaaa .. kami sampe lagi depan kampus pukul 10 malam dan kamipun saling berpamitan untuk pulang, rupanya dihalte udah ada dia yang nunggu dan rela jemput malem-malem gini.

Alhamdulillahhh... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar