Sepertinya sudah jadi kewajiban bagi seluruh mahasiswa PGMI melaksanakan kegiatan yang berbau seni.. wkwkwk
Diawali semester ganjil tingkat 2 adalah pertama kali Saya mengikuti pagelaran seni musik, dengan berbagai konflik, pro dan kontra di dalamnya, tapi alhamdulillah dapat terlewati dengan baik.
Lanjut semester genap tingkat 2, Saya masih berhubungan dengan matakuliah seni dan wajib mengadakan pameran seni rupa, semua terasa berat disaat Saya menjadi ketua di kelompok Australia (suku aborigin) yang terdiri dari 8 perempuan dan 2 laki-laki.. aturan nih yang jadi ketua ya anak laki-laki, tapinya ya karna tak ada yang bisa diandalkan akhirnya Saya yang jadi ketua, melewati hari demi hari, minggu demi minggu menuju pameran seni semua barang yang akan kami pamerkan di stand kamipun sudah hampir selesai dikemas, tapi hal yang tidak disangkapun terjadi, Taufiq salah satu anak laki-laki dikelompok kami belum membuat sovenir untuk dipamerkan, sedangkan waktu sudah mepet dan dosen pengampu matakuliah seni sudah menanyakan sovenir punya Taufiq. Kesel iya, cape juga iya, mau ngomel juga percuma kalau ga di dengerin sama orangnya..
Alhasil Taufiq jadi yang paling terakhir ngumpulin sovenir dan dengan bahan seadanya yang dibuat dari kardus bekas lalu diberi motif. Hari pameranpun tiba, Saya begadang di gazebo kampus karna harus mendekorasi stand untuk besok pameran, pukul 12 malam masih harus dikampus hingga akhirnya pulang pukul 2 pagi dan harus bangun lagi pukul 4 pagi kemudian mengangkut sovenir-sovenir untuk dipamerkan dan merapihkannya di stand.. sungguh hari yang luar biasa melelahkan, but it's oke karena kami jadi kelompok dengan penghasilan terbesar dibanding kelompok yang lain, Alhamdulillahhhh....
And finish di semester ganjil tingkat 3.. yeah pagelaran seni tari dan drama menjadi puncaknya, seperti biasa ada pembagian kelompok, alhamdulillah kali ini anak laki-laki yang menjadi ketua kelompok, karna memang Puji adalah satu-satunya anak laki-laki dikelompok Saya. Saya kebagian menjadi koreo, karna pernah menari dalam acara seni kaka tingkat jadinya dikira penari profesional, padahal Saya hanya coba-coba ikutan nari.. duhaduhhh
Perselisihan, salah faham, emosi, dan semua bercampur jadi satu selama tiga bulan. Memang betul mengajar itu tidak semudah membalikan telapak tangan, selama tiga bulan bulak balik ke SD dan mengajari anak-anak untuk pementasan menjadi pelajaran tersendiri bagi Saya, Saya dituntut dewasa dan harus lebih memahami keadaan anak-anak SD dan juga teman-teman sekelompok Saya, marah-marah dan dijutekin sama temen sendiri seolah udah jadi hal biasa, tapi sekarang semuanya telah usai, tepat tanggal 20 dec 2014 pagelaran seni tari dan drama di selenggarakan, yang pasti tuh ya, senenggggg banget putus hubungan dengan matakuliah yang satu ini.. hahahaha
Terimakasih ya Allah karna Kau telah berikan kesehatan dan kekuatan kepada hamba selama menjalani tugas ~
#freedom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar