Seketika terdiam saat itu ..
Tak seperti biasanya Agus gedor gendor pintu kamar sambil panggil panggil "May ... May ... nyimpen motor dimana?"
sayapun menjawab "ditempat biasa (depan rumah)" Agus nanya lagi "dimana?" saya bergegas bangun dan keluar, liat gerbang rumah udah ngebuka dan motor ga ada ditempatnya.
Saat itu masih berfikir mungkin motornya dipinjem ponakan, tapi pas Agus bilang "ini kuncinya ada diatas meja" tetiba lemes dan sadar kalau si putih kesayangan udah digondol m*ling.
Selang berapa menit dari kejadian terdengar azan awal subuh, saya tarik nafas dalem dan baca istigfar terus ambil air wudu, Saya serahkan semuanya sama Allah karna cuman Allah yang bisa bantu saya setiap saat dan dalam keadaan apapun.
Hari ini 11-11-17 tepat satu tahun si putih ilang, bersyukur cuman motornya yg diambil. Allah Maha Penyayang dan tau apa yang terbaik untuk hambanya, ketika kita percaya akan kekuasaan-Nya pasti Allah akan kasih yang lebih baik.
Alhamdulillah Allah selalu kasih kemudahan, selama kurang lebih 1 bulan 1/2 saya dipinjemin motor sama Ketua Yayasan tempat saya ngajar, selanjutnya sampe sekarang aktivitas saya ditemani sama si nyenye (panggilan motor yang baru).
Pada intinya saya hanya berbagi pengalaman hidup dan tidak ada maksud lain, buat sahabat blogger yang pernah mengalami kehilangan kendaraan pasti taulah ya gimana rasanya susah dijabarkan. Sedikit pesan juga nih kalau yang belum pernah kehilangan (jangan sampe ya) selalu jaga keamanan kendaraannya dan jaga diri baik baik hihi.
Sekian dulu curhatnya, terimakasih 😊
#storyofmylife
Siti Maya
Hanya sebuah catatan, semua makhluk hidup pasti punya cerita dalam hidupnya, dan disinilah Saya menceritakan sebagian dari kehidupan Saya. Keep Positive :))
Sabtu, 11 November 2017
Kamis, 28 Januari 2016
Komprehensif oh Komprehensif
Di
mulai ketika matahari mulai terbit hingga matahari tenggelam dan hujanpun
turun.
Jantung
mulai berdebar kencang ketika ujian akan di mulai, seketika lega ketika ujian
selesai dilaksanakan. Jantung kembali berdebar kencang saat pengumuman
nama-nama peserja ujian komprehensif yang lulus disebutkan satu persatu.
Mendengar
ada satu nama yang ditangguhkan, seketika itu saya gemetar dan hanya bisa
pasrah. Tak ada keinginan lain dalam benak saya selain bisa lulus ujian saat
itu. Tepat saat nama saya disebut “Siti Maya, LULUS” seketika itu pula saya
berhenti bergetar dan hanya bisa mengucap syukur kepada Allah SWT,
Alhamdulillah segala puji bagi Allah, tak sia-sia rasanya semua usaha yang saya
lakukan, semua do’a dari kedua orangtua saya, camer, dan juga support dari
sahabat, teman, juga dari calon imam tercinta Mr.S.
Cukup
bangga rasanya dengan pencapaian saat ini, karena di FTK dari angkatan 2012 baru
jurusan PGMI yang melaksanakan kompre di bulan Januari, sisanya kakak tingkat
dari berbagai jurusan dan ada juga kakak tingkat dari jurusan PGMI yang baru
ikut kompre.
Tapi
ujian ini baru permulaan, karena ada beberapa ujian lagi yang harus saya
selesaikan, semoga ujian-ujian berikutnya juga dapat terselesaikan dengan baik,
bahkan harus lebih baik lagi dari yang sekarang. Amin amin amin yaa rabbal
alaminnn ...
#thinkgood
Sabtu, 09 Januari 2016
Thanks For Everything 22nd Maya
Allah maha segalanya dan seperti
kata pepatah, semua akan indah pada waktunya.
Di ulang
tahun ke 22 ini memberikan kesan tersendiri bagi saya, ketika disambut dengan
nyanyian Happy Birthday dari anak-anak
yang tulus tanpa ada maksud lain membuat saya meneteskan air mata pas sampe
rumah, bukan hanya bahagia yang saya rasakan, tapi haru juga menyelimuti hati
saya. Kehadiran kedua orang tua, calon mertua, calon suami, kerabat serta
sahabat menyempurnakan segalanya.
Perayaan
sederhana, makanan ala kadarnya, tak ada acara tiup lilin, itu semua memberikan
kepuasan tersendiri bagi saya. Tak banyak yang saya harapkan, dengan
bertambahnya usia, saya ingin diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan untuk
tetap menjalani hidup. Dikelilingi orang-orang yang tulus mencintai dan
menyayangi saya apa adanya, hidup damai tanpa ada hambatan yang berarti.
Semoga
Allah senantiasa mengabulkan do’a dan harapan yang dipanjatkan, amin amin amin
yarabbal alamin.
#22ndMaya
Jumat, 01 Januari 2016
Hallo 2016
Tak
terasa usai sudah perjalanan di 2015, merasakan KKMT dan tinggal di kampung
orang selama 2 bulan bersama teman-teman dari berbagai jurusan, suka dukanya
memberikan banyak pengalaman berharga di sepanjang tahun ini, selain itu alhamdulillah
resolusi-resolusi di tahun ini dapat terselesaikan dengan baik walau masih jauh
dari kesempurnaan.
Selamat
datang di tahun baru 2016, dan selamat datang juga usia baru di 9 Januari tahun
ini, bismillah untuk tahun baru 2016 lebih baik lagi semuanya, tutup lembaran
lama dan jadikan pelajaran, sekarang saatnya buka lembaran baru dan jadi
pribadi yang lebih baik. Semakin hari semakin tua, dalam hitungan hari udah usia 22 harus fokus
dengan segala urusan yang positif.
Gak
ada lagi cerita lalai beribadah, wajib beribadah seakan mau mati hari ini.
Gak
ada lagi cerita sakit gegara telat makan, mari jaga kesehatan selain demi
kebahagiaan diri sendiri juga demi kebahagian semua orang.
Gak
ada lagi cerita sedih, semoga ditahun yang baru ini kedua orang tua saya
diberikan kesehatan dan kekuatan menjalani masa tuanya.
Gak
ada lagi cerita masalalu, yang ada pandangan ke masa depan yang lebih baik.
Gak
ada lagi cerita pengusik, say good bye aja yaaa.
Gak
ada lagi cerita males ke kampus, kejar target wisuda di tahun ini.
Gak
ada lagi cerita cinta alay, saatnya serius dengan pernikahan.
Gak ada lagi tangisan sedih,
ganti dengan tangisan bahagia.
Pokoknya
gak ada lagi hal-hal negatif di 2015 yang ngikut ke tahun 2016, stay happy,
stay stay strong, and stay young. Show must go on guys! Abaikan mereka yang
hanya bisa menjudge dari luarnya saja. Tak ada kata terlambat untuk menjadi
yang lebih baik, karena kata terlambat hanya bagi orang-orang yang tak bisa
menghargai waktu dan tak percaya akan dirinya sendiri.
#hopeonnewyears
Kamis, 29 Oktober 2015
SAKIT itu?
Loha bloggersss ~
Jika dulu waktu kecil, sakit itu udah semacam syurga dunia karena gausah pergi kesekolah, gaperlu ngerjain PR, makanan apapun yang kita mau pasti dikasih sama orang tua, yeah itu doeloeee ..
Di masa sekarang, rasanya maluuu banget kalau sakit, banyak aktivitas yang terbengkalai. Mulai dari kerjaan di rumah, kerjaan di sekolah, dan segudang tugas kampus yang muali numpuk diatas meja belajar!
Cara terbaik untuk segera sembuh dan kembali keaktivitas biasa ya cuman satu, inget orang tua yang gapernah lelah cari uang untuk membiayai kita dalam keadaan apapun, mau lagi sakit ke, lagi sehat apalagi, karna hanya dengan mengingat merekalah saya merasa lebih baik dan dapat segera sembuh dari rasa sakit ini.
Ya Allah, semoga sakit ini menjadi penebus dosa-dosa saya yang begitu banyak .. aminnn
#showmustgoon
Jika dulu waktu kecil, sakit itu udah semacam syurga dunia karena gausah pergi kesekolah, gaperlu ngerjain PR, makanan apapun yang kita mau pasti dikasih sama orang tua, yeah itu doeloeee ..
Di masa sekarang, rasanya maluuu banget kalau sakit, banyak aktivitas yang terbengkalai. Mulai dari kerjaan di rumah, kerjaan di sekolah, dan segudang tugas kampus yang muali numpuk diatas meja belajar!
Cara terbaik untuk segera sembuh dan kembali keaktivitas biasa ya cuman satu, inget orang tua yang gapernah lelah cari uang untuk membiayai kita dalam keadaan apapun, mau lagi sakit ke, lagi sehat apalagi, karna hanya dengan mengingat merekalah saya merasa lebih baik dan dapat segera sembuh dari rasa sakit ini.
Ya Allah, semoga sakit ini menjadi penebus dosa-dosa saya yang begitu banyak .. aminnn
#showmustgoon
Sabtu, 20 Juni 2015
Kampung Dukuh
Hello Bandung...
Dua hari satu malam berjuta makna dan cerita, awal bulan juni tepatnya tanggal 1 juni 2015 saya beserta seluruh mahasiswa PGMI UIN Bandung angkatan 2012 menjalankan tugas yang memang sudah sejak lama direncanakan bersama dosen pengampu salah satu matakuliah kami.
Kami berangkat sekitar pukul 6 pagi, jalanan yang berkelok dan bebatuan menuju kampung Adat Dukuh kami lalui bersama, penuh suka duka rasanya saat masih diperjalanan, tapi semua duka terbayar sudah ketika kami telah sampai di kampung Adat Dukuh, udara yang sejuk diperkampungan dan sambutan hangat dari warga kampung Dukuh membuat rasa lelah diperjalan sirna.
Kami sampai sekitar pukul 12 siang, sambil beristirahat dan menunggu pembagian rumah untuk kami bermalam disana kami makan siang bersama, makanannya memang sederhana dan seadanya, tapi rasanya tuh yaaaa udah macam makanan di hotel bintang 10 Ha Ha Ha ..
Selesai makan bersama, kami menuju rumah masing-masing untuk beristirahat dan solat. Saya dan kelompok kebagian menginap dirumah Pak Wawan, setelah rasa lelah hilang dan badan segar mandi pake air Kampung Adat Dukuh yang cukup dingin, kamipun berbincang dengan Pak Wawan, ternyata beliau sendiri belum lama menjadi warga disitu, karena sebelumnya beliau tinggal di Rancaekek, awalnya hanya Pak Wawan saja yang tinggal disitu, namun karna merasa betah dan takingin lagi pulang ke Rancaekek beliaupun memutuskan untuk membawa serta anak dan istrinya untuk tinggal disitu juga.
Waktu berlalu, matahari mulai tenggelam dan suasana Kampung Adat Dukuh yang sebenarnya mulai terasa, yeah gelap tanpa ada penerangan lampu karna disana belum ada listrik dan hanya menggunakan cempor (lampu berbahan bakar minyak tanah). Ada cerita lucu sih pas kita tidur lampunya mati gegara minyaknya abis dan harus di isi lagi, udah semacam hidup di zaman nenek moyang .. hahahahaaaaaaaa
Kegiatan yang kami lakukan disana yaitu mengamati aktifitas warga dan mengabadikan moment-moment penting selama disana, waktu memang terasa cepat berlalu, karena sekita pukul 10 pagi kami harus sudah pulang lagi ke Bandung, kamipun berkumpul kembali dirumah ketua Adat, makan sebelum pulang, berdo'a bersama dan berpamitan.
Sekitar pukul 12 siang, kami sampai di pantai santolo, untuk beristirahat dan melepas penat. Namanya anak muda liat pantai yaudah langsung pada selfie dan bubar barisan .. ixixix
Emang yaaa kalau udah dilaut pasti lupa waktu, apalagi liat hamparan laut yang menggoda untuk berlama-lama disana, yang awalnya disuruh merapat lagi kemobil pukul 1 siang, jadinya jam 2 siang baru lanjut perjalanan pulang.
Selamat tinggal Kampung Adat Dukuh selamat tinggal Pantai Santolo dan selamat datang kembali di Bandung :)
#etnicrunway
Dua hari satu malam berjuta makna dan cerita, awal bulan juni tepatnya tanggal 1 juni 2015 saya beserta seluruh mahasiswa PGMI UIN Bandung angkatan 2012 menjalankan tugas yang memang sudah sejak lama direncanakan bersama dosen pengampu salah satu matakuliah kami.
Kami berangkat sekitar pukul 6 pagi, jalanan yang berkelok dan bebatuan menuju kampung Adat Dukuh kami lalui bersama, penuh suka duka rasanya saat masih diperjalanan, tapi semua duka terbayar sudah ketika kami telah sampai di kampung Adat Dukuh, udara yang sejuk diperkampungan dan sambutan hangat dari warga kampung Dukuh membuat rasa lelah diperjalan sirna.
Kami sampai sekitar pukul 12 siang, sambil beristirahat dan menunggu pembagian rumah untuk kami bermalam disana kami makan siang bersama, makanannya memang sederhana dan seadanya, tapi rasanya tuh yaaaa udah macam makanan di hotel bintang 10 Ha Ha Ha ..
Selesai makan bersama, kami menuju rumah masing-masing untuk beristirahat dan solat. Saya dan kelompok kebagian menginap dirumah Pak Wawan, setelah rasa lelah hilang dan badan segar mandi pake air Kampung Adat Dukuh yang cukup dingin, kamipun berbincang dengan Pak Wawan, ternyata beliau sendiri belum lama menjadi warga disitu, karena sebelumnya beliau tinggal di Rancaekek, awalnya hanya Pak Wawan saja yang tinggal disitu, namun karna merasa betah dan takingin lagi pulang ke Rancaekek beliaupun memutuskan untuk membawa serta anak dan istrinya untuk tinggal disitu juga.
Waktu berlalu, matahari mulai tenggelam dan suasana Kampung Adat Dukuh yang sebenarnya mulai terasa, yeah gelap tanpa ada penerangan lampu karna disana belum ada listrik dan hanya menggunakan cempor (lampu berbahan bakar minyak tanah). Ada cerita lucu sih pas kita tidur lampunya mati gegara minyaknya abis dan harus di isi lagi, udah semacam hidup di zaman nenek moyang .. hahahahaaaaaaaa
Kegiatan yang kami lakukan disana yaitu mengamati aktifitas warga dan mengabadikan moment-moment penting selama disana, waktu memang terasa cepat berlalu, karena sekita pukul 10 pagi kami harus sudah pulang lagi ke Bandung, kamipun berkumpul kembali dirumah ketua Adat, makan sebelum pulang, berdo'a bersama dan berpamitan.
Sekitar pukul 12 siang, kami sampai di pantai santolo, untuk beristirahat dan melepas penat. Namanya anak muda liat pantai yaudah langsung pada selfie dan bubar barisan .. ixixix
Emang yaaa kalau udah dilaut pasti lupa waktu, apalagi liat hamparan laut yang menggoda untuk berlama-lama disana, yang awalnya disuruh merapat lagi kemobil pukul 1 siang, jadinya jam 2 siang baru lanjut perjalanan pulang.
Selamat tinggal Kampung Adat Dukuh selamat tinggal Pantai Santolo dan selamat datang kembali di Bandung :)
#etnicrunway
Minggu, 26 April 2015
SURVEY
Bismillahhh...
Rencananya UAS salah satu matakuliah saya akan melakukan kunjungan kesebuah kampung adat yang ada di Garut Jawa Barat. Kampung Dukuh, mungkin bagi para penggemar sinetron tukang bubur naik haji udah gak aneh denger nama kampungnya, tapi bukan Kp.Dukuh itu yang saya maksud di sini. Kp. Adat Dukuh tepatnya berlokasi di Desa Ciroyom kec.Cikelet Kab.Garut.
Sekitar pukul 7 pagi saya bersama 5 rekan saya berkumpul di depan kampus UIN Bandung, yang tak lain kampus tempat saya menempa ilmu saat ini. kami memulai perjalanan dengan berdo'a bersama terlebih dahulu, dengan 2 perempuan dan 4 laki-laki menggunakan 2 moge dan 1 metik kami memulai perjalanan kami.
Hamparan kebun teh di sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan membuat saya tak henti bersyukur atas keindahan alam yang Allah ciptakan, kami berhenti di Cisewu untuk beristirahat sejenak dan makan siang disana, walau hanya mie cup dan beberapa camilan tapi rasanya bikin perut tertib lagi .. Ha Ha Ha
Yuhuuu .. kami mulai memasuki kawasan pamengpeuk, karna sejujurnya ini merupakan kali pertama bagi kita berenam melakukan perjalalan ke Kp. Dukuh, kamipun sempat berhenti dan bertanya kepada salah seorang warga yang ada di pinggir jalan, ternyata oh ternyata setelah kami bertanya jaraknya masih 25km lagi untuk dapat sampai ke Kp. Dukuh.
Perjalanan dilanjutkan dan ditemani pemandangan pantai dengan air nan biru dan menggoda untuk dikunjungi juga. Kami kembali bertanya untuk yang ke duakalinya, dan di tempat kedua kami bertanya rupanya mulai dekat, sekitar 15km lagi untuk sampai ke tempat tujuan, rasanya udaha bahagia banget bisa liat plang dengan tulisan "Kampung Adat Dukuh 8km"
Saya sempat berfikir akhirnya sampai juga, tapi ternyata 8km jarak yang harus kami tempuh berasa jadi dua kali lipatnya, dengan kondisi jalan yang super dan luar biasa rusak, ditambah tetiba hujan turun membuat jalan menjadi licin, hampir motor salah satu teman saya tergelincir akibat jalan yang sangat licin. Ditengah perjalanan kami sempat berhenti sejenak untuk istirahat dan membuat dokumentasi jalan yang harus kita tempuh untuk bisa sampai ke Kp. Dukuh, dan yang pasti disana hp saya ga guna, ga ada sinyal sama sekali -_-
And finally kita sampai ke penghujung pencarian, sebenernya baru sampe tugunya doang sih, untuk bisa sampi ke Kp. Adat Dukuh kita harus jalan kaki kurang lebih 100m dari tugu selamat datang. Tapi lagi-lagi saya dapat pelajaran baru begitu sampe kesitu, begitu maha besarnya Allah di tengah hutan terdapat kehidupan dan mereka bisa tinggal disitu dengan nyamannya, padahal kalau liat jalannya aja jauh banget buat bisa sampai ke pusat kota, itu Allah dengan segala kuasa-Nya.
Kami langsung disambut oleh ketua adat disana, kami menanyakan beberapa hal yang memang berkaitan dengan adat dan kebiasaan yang ada disana, tidak lama kami mengobrol dikarnakan kami baru sampai kesana pukul 3 sore, dan sekitar pukul 4 kurang kami sudah harus turun lagi untuk pulang. Jam 4 di Kp. Adat Dukuh udah berasa magrib, saoalnya gelap banget dan disana gak ada listrik. So kami pamit dan bersiap untuk pulang, sekitar pukul 5 sore kami sampai ke plang pertama, dikarnakan cuaca disini cerah dan tidak segelap saat kami masih di Kp. Adat Dukuh, kamipun memutuskan untuk mampir sebentar ke pantai Santolo sekalian makan dan nikmatin matahari terbenam disana.
Kayanya ga afdol kalau gak foto-foto dan main air sama pasir pantai, selesai makan, kami langsung menuju pantai jepret-jepret tulis nama orang special di pasir, nyari kerang dan liat ikan-ikan kecil yang unik. Rasa lelah terbayar sudah dengan ending yang seru di pantai...
tetottt, dipercepat aja yaaa .. kami sampe lagi depan kampus pukul 10 malam dan kamipun saling berpamitan untuk pulang, rupanya dihalte udah ada dia yang nunggu dan rela jemput malem-malem gini.
Alhamdulillahhh... :)
Rencananya UAS salah satu matakuliah saya akan melakukan kunjungan kesebuah kampung adat yang ada di Garut Jawa Barat. Kampung Dukuh, mungkin bagi para penggemar sinetron tukang bubur naik haji udah gak aneh denger nama kampungnya, tapi bukan Kp.Dukuh itu yang saya maksud di sini. Kp. Adat Dukuh tepatnya berlokasi di Desa Ciroyom kec.Cikelet Kab.Garut.
Sekitar pukul 7 pagi saya bersama 5 rekan saya berkumpul di depan kampus UIN Bandung, yang tak lain kampus tempat saya menempa ilmu saat ini. kami memulai perjalanan dengan berdo'a bersama terlebih dahulu, dengan 2 perempuan dan 4 laki-laki menggunakan 2 moge dan 1 metik kami memulai perjalanan kami.
Hamparan kebun teh di sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan membuat saya tak henti bersyukur atas keindahan alam yang Allah ciptakan, kami berhenti di Cisewu untuk beristirahat sejenak dan makan siang disana, walau hanya mie cup dan beberapa camilan tapi rasanya bikin perut tertib lagi .. Ha Ha Ha
Yuhuuu .. kami mulai memasuki kawasan pamengpeuk, karna sejujurnya ini merupakan kali pertama bagi kita berenam melakukan perjalalan ke Kp. Dukuh, kamipun sempat berhenti dan bertanya kepada salah seorang warga yang ada di pinggir jalan, ternyata oh ternyata setelah kami bertanya jaraknya masih 25km lagi untuk dapat sampai ke Kp. Dukuh.
Perjalanan dilanjutkan dan ditemani pemandangan pantai dengan air nan biru dan menggoda untuk dikunjungi juga. Kami kembali bertanya untuk yang ke duakalinya, dan di tempat kedua kami bertanya rupanya mulai dekat, sekitar 15km lagi untuk sampai ke tempat tujuan, rasanya udaha bahagia banget bisa liat plang dengan tulisan "Kampung Adat Dukuh 8km"
Saya sempat berfikir akhirnya sampai juga, tapi ternyata 8km jarak yang harus kami tempuh berasa jadi dua kali lipatnya, dengan kondisi jalan yang super dan luar biasa rusak, ditambah tetiba hujan turun membuat jalan menjadi licin, hampir motor salah satu teman saya tergelincir akibat jalan yang sangat licin. Ditengah perjalanan kami sempat berhenti sejenak untuk istirahat dan membuat dokumentasi jalan yang harus kita tempuh untuk bisa sampai ke Kp. Dukuh, dan yang pasti disana hp saya ga guna, ga ada sinyal sama sekali -_-
And finally kita sampai ke penghujung pencarian, sebenernya baru sampe tugunya doang sih, untuk bisa sampi ke Kp. Adat Dukuh kita harus jalan kaki kurang lebih 100m dari tugu selamat datang. Tapi lagi-lagi saya dapat pelajaran baru begitu sampe kesitu, begitu maha besarnya Allah di tengah hutan terdapat kehidupan dan mereka bisa tinggal disitu dengan nyamannya, padahal kalau liat jalannya aja jauh banget buat bisa sampai ke pusat kota, itu Allah dengan segala kuasa-Nya.
Kami langsung disambut oleh ketua adat disana, kami menanyakan beberapa hal yang memang berkaitan dengan adat dan kebiasaan yang ada disana, tidak lama kami mengobrol dikarnakan kami baru sampai kesana pukul 3 sore, dan sekitar pukul 4 kurang kami sudah harus turun lagi untuk pulang. Jam 4 di Kp. Adat Dukuh udah berasa magrib, saoalnya gelap banget dan disana gak ada listrik. So kami pamit dan bersiap untuk pulang, sekitar pukul 5 sore kami sampai ke plang pertama, dikarnakan cuaca disini cerah dan tidak segelap saat kami masih di Kp. Adat Dukuh, kamipun memutuskan untuk mampir sebentar ke pantai Santolo sekalian makan dan nikmatin matahari terbenam disana.
Kayanya ga afdol kalau gak foto-foto dan main air sama pasir pantai, selesai makan, kami langsung menuju pantai jepret-jepret tulis nama orang special di pasir, nyari kerang dan liat ikan-ikan kecil yang unik. Rasa lelah terbayar sudah dengan ending yang seru di pantai...
tetottt, dipercepat aja yaaa .. kami sampe lagi depan kampus pukul 10 malam dan kamipun saling berpamitan untuk pulang, rupanya dihalte udah ada dia yang nunggu dan rela jemput malem-malem gini.
Alhamdulillahhh... :)
Langganan:
Komentar (Atom)