Hello Bandung...
Dua hari satu malam berjuta makna dan cerita, awal bulan juni tepatnya tanggal 1 juni 2015 saya beserta seluruh mahasiswa PGMI UIN Bandung angkatan 2012 menjalankan tugas yang memang sudah sejak lama direncanakan bersama dosen pengampu salah satu matakuliah kami.
Kami berangkat sekitar pukul 6 pagi, jalanan yang berkelok dan bebatuan menuju kampung Adat Dukuh kami lalui bersama, penuh suka duka rasanya saat masih diperjalanan, tapi semua duka terbayar sudah ketika kami telah sampai di kampung Adat Dukuh, udara yang sejuk diperkampungan dan sambutan hangat dari warga kampung Dukuh membuat rasa lelah diperjalan sirna.
Kami sampai sekitar pukul 12 siang, sambil beristirahat dan menunggu pembagian rumah untuk kami bermalam disana kami makan siang bersama, makanannya memang sederhana dan seadanya, tapi rasanya tuh yaaaa udah macam makanan di hotel bintang 10 Ha Ha Ha ..
Selesai makan bersama, kami menuju rumah masing-masing untuk beristirahat dan solat. Saya dan kelompok kebagian menginap dirumah Pak Wawan, setelah rasa lelah hilang dan badan segar mandi pake air Kampung Adat Dukuh yang cukup dingin, kamipun berbincang dengan Pak Wawan, ternyata beliau sendiri belum lama menjadi warga disitu, karena sebelumnya beliau tinggal di Rancaekek, awalnya hanya Pak Wawan saja yang tinggal disitu, namun karna merasa betah dan takingin lagi pulang ke Rancaekek beliaupun memutuskan untuk membawa serta anak dan istrinya untuk tinggal disitu juga.
Waktu berlalu, matahari mulai tenggelam dan suasana Kampung Adat Dukuh yang sebenarnya mulai terasa, yeah gelap tanpa ada penerangan lampu karna disana belum ada listrik dan hanya menggunakan cempor (lampu berbahan bakar minyak tanah). Ada cerita lucu sih pas kita tidur lampunya mati gegara minyaknya abis dan harus di isi lagi, udah semacam hidup di zaman nenek moyang .. hahahahaaaaaaaa
Kegiatan yang kami lakukan disana yaitu mengamati aktifitas warga dan mengabadikan moment-moment penting selama disana, waktu memang terasa cepat berlalu, karena sekita pukul 10 pagi kami harus sudah pulang lagi ke Bandung, kamipun berkumpul kembali dirumah ketua Adat, makan sebelum pulang, berdo'a bersama dan berpamitan.
Sekitar pukul 12 siang, kami sampai di pantai santolo, untuk beristirahat dan melepas penat. Namanya anak muda liat pantai yaudah langsung pada selfie dan bubar barisan .. ixixix
Emang yaaa kalau udah dilaut pasti lupa waktu, apalagi liat hamparan laut yang menggoda untuk berlama-lama disana, yang awalnya disuruh merapat lagi kemobil pukul 1 siang, jadinya jam 2 siang baru lanjut perjalanan pulang.
Selamat tinggal Kampung Adat Dukuh selamat tinggal Pantai Santolo dan selamat datang kembali di Bandung :)
#etnicrunway