Jumat, 24 Oktober 2014

Bapak Kost

Nehaneh, ranheran, wkwkwkwk ..

Seumur-umur main ke kostsan temen, baru sekarang di tegur sama yang punya kost ~ hahaha

Ceritanya Saya, Sri, dan Sarah akan mengerjakan tugas bersama sepulang kuliah, kami mencari kelas kosong untuk kami pakai, namun entah kenapa hari ini kelas penuh semua, lalu kami memutuskan mengerjakannya di gazebo, tapiya begitulahhh ada-ada saja gangguannya, tetiba susah sinyal dan gabisa searching, setelah di fikir-fikir kamipun memutuskan untuk mengerjakannya di kostsan Sarah.

Awalnya kami sedang fokus mengerjakan tugas, tapi Sarah bilang dia laper dan mau kewarung beli camilan, tadinya Saya ga akan ikut nemenin dia, cuman karna temen Saya ada di depan kostsan Sarah, akhirnya Sayapun ikut keluar, begitu keluar pintu kamar, tiba-tiba bapak kost muncul dan menegur Saya dan Sarah, kata bapak kost "siapa yang kost disini?" Sarah jawab "Saya sama temen Saya pak" bapak kostnya nanya lagi "terus ini tamunya?" "iya pak ini temen Saya, kita lagi ngerjain tugas" "berapa orang temennya?" dan seperti biasa karna ke hewirannya, Sarahjawab "cuman kita doang pak berdua" duh ~ temen Saya Sri terpaksa dikunciin deh dalem kamar, "yaudah silahkan tamunya tunggu dulu, kamu yang ngekost kesini dulu", Saya jalan duluan kegerbang depan karna teman Saya sudah menunggu di depan, Sarahpun di omelin sama bapak kost, yang parahnya lagi ternyata semua kamar emang di datengin sama bapak kostnya, jadi gacuman kita yang kena.

Inituh pertama kalinya ngerjain tugas di kostsan Sarah dan pertama kalinya juga dapet teguran dari bapak kost, sementara Saya sendiri gapernah kost.

Tapiya pada dasarnya maksud bapak kost itu memang baik, beliau mengingatkan penghuninya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan :))

#jibajib

Kamis, 16 Oktober 2014

Kecewa

Jika Saja anda berada diposisi Saya, mungkin anda juga akan bertindak sama seperti Saya, ternyata orang yang selama ini sudah Saya anggap seperti sodara Saya sendiri justru dia lah yang membuat Saya kecewa.

Entahlah apa yang ada dipikirannya, Saya hanya berusaha membuatnya bahagia, Saya sadar kalau Saya tidak punya hak untuk mengatur urusan kehidupannya, Saya memang terlalu naif menganggap semua orang yang dekat dengan Saya sebagai keluarga dan pada akhirnya Saya sendiri yang merasakan sakitnya dikecewakan oleh orang yang sudah Saya anggap seperti keluarga Saya sendiri.

Maafkan Saya ya Allah yang terlalu kecewa hingga harus seperti ini :'(

#me

Sabtu, 11 Oktober 2014

That Children

Panas? Iya
Gerah? Iya
Menguras keringat? Iya

Sabtu siang ini Saya dapat pelajaran baru dari anak-anak yang Saya asuh di salah satu SD Negeri yang tempatnya tidak terlalu jauh dari kampus Saya, Saya memang sedang ada tugas untuk pementasan Seni Tari dan Drama akhir semester ini.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Saya bertemu dengan mereka, kurang lebih sudah memasuki minggu kelima Saya bulak balik ke SD tersebut, namun entah kenapa dengan hari ini, dari awal Saya datang dan memarkirkan kendaraan Saya, Saya sudah merasa tidak enak, memang kondisi badan Saya juga sedang tidak fit.

Saat akan memulai latihan, seperti biasa diadakan dulu permainan agar anak-anak merasa senang saat nanti latihan yang serius dimulai, tiba-tiba saja ada anak laki-laki yang tidak ikut bermain dan tiba-tiba juga dia menangis dipojok ruang kelas, Saya heran ada apa dengannya?, salah satu rakan sekelompok Saya mendekati Saya lalu berbisik "tadi kamu terlalu keras May" Saya tidak banyak bicara dan langsung menghampiri anak laki-laki tersebut, Saya tanya dia baik-baik dan dia masih saja menangis bahkan suara tangisannya semakin kencang, sejujurnya Saya tidak melakukan hal apapun itu diluar batas, karna Saya tau batasan-batasan Saya sebagai seorang pengajar, mungkin saat Saya menengurnya dia merasa disalahkan oleh Saya, sehingga dia merasa tidak enak lalu menangis, Saya tidak marah padanya, karna dia salah satu anak laki-laki yang pemberani diantara teman-temannya, dia berani tampil di depan kelas tanpa ada rasa malu dilihat oleh tema-temannya.

Setelah Saya bujuk dan dia berhenti menagis, dia tidak langsung ikut bergabung dengan temannya, dia hanya diam dan sesekali melirik ke arah Saya, Saya membiarkannya karna Saya sudah meminta maaf padanya dan diapun memafkan Saya, selang beberapa menit dia mulai kembali seperti biasa, dia mengikuti latihan dengan baik dan seolah sudah lupa dengan permasalahan sebelumnya, bahkan saat sudah selesai jam latihan kami berfoto bersama lalu menari bersama sebagai penutup untuk pertemuan hari ini.

Itulah anak kecil, cepat melupakan permasalahan dan mudah memaafkan ~ seandainya semua orang dewasa bersikap demikian :)) khususnya Saya sendiri yang tidak mudah melupakan kesalahan orang lain terhadap Saya walau Saya sudah memaafkannya.

#baddayisniceday